Segumpal Hati

Tentu pernah mendengar suara hati. Bisikannya lembut, mengusap, kerap muncul bila kita menghadapi suatu hal. Kadang mendorong-dorong,  atau seperti mengetuk, terkadang seperti desir angin dan teramat polos. Dalam QS An-Najm (52:11) disebutkan bahwa hati tidak akan mendustakan apa yang dilihatnya.

Beberapa hal sederhana bisa kita rasakan suara hati. Ketika Minggu pagi saat Anda  masih nyaman di pembaringan, terdengar pengumuman untuk kerja bakti membersihkan lingkungan. Masihkah terdengar bisikan lembut untuk terlibat dalam kegiatan tersebut? Apakah masih ada respon gembira lantaran lingkungan Anda akan bersih? Atau justru merasa dongkol lantaran waktu bersantai Anda akan terganggu?

Anda pulang ke rumah. Sebuah undangan pernikahan dari seseorang tergeletak di meja tamu. Undangan itu diamati. Baik yang menikah maupun yang mengundang  tidak dikenal. Tapi nama kita tertulis demikian lengkap, benar, berikut gelar-gelarnya. Adakah muncul perasaan gembira terhadap undangan tersebut lantaran Anda diingat dan dihargai? Adakah bisikan lembut untuk menyiapkan waktu menghadiri undangan tersebut? Atau justru merasa kesal lantaran undangan tersebut akan menyita waktu Anda?

Anda tengah berkendara. Udara cukup panas dan lalulintas sangat padat. Sebuah motor kehilangan keseimbangan kemudian masuk ke selokan. Bersusah payah pengendara itu menarik motornya agar naik ke pinggir jalan. Ada bisikan untuk turut membantu? Ada elusan lembut yang berharap agar pengendara itu tidak mengalami luka sedikit pun dan semoga selamat sampai ke tujuan? Atau justru mappacidda’ lantaran menilai  pengendara itu tidak berhati-hati dan kalau menolongnya justru akan menghambat perjalanan Anda?

Tengah nikmat Anda makan siang di sebuah kantin. Nasi hangat, ikan goreng dan sambal tomat sangat mengundang selera Anda. Di dekat Anda seekor kucing sejak tadi memperhatikan ikan goreng Anda dengan penuh nafsu. Lehernya naik turun. Bibirnya menjilat-jilat. Kucing itu berputar-putar di kaki Anda. Adakah dorongan halus untuk ikut berbagi? Atau Anda menghalau dengan sangat emosional kucing itu dengan kaki lantaran merasa terganggu?

Beberapa kejadian di atas menunjukkan bagaimana suara hati melintas teramat lembut. Terkadang kita peduli, mengikutinya, tapi tak jarang kita mengabaikan dan membiarkan berlalu. Bisikan hati antara yang negatif dan positif teramat dekat batasnya. Tarik-menarik untuk saling menguasai.

Kita tidak pernah tahu dari mana bisikan itu muncul. Tidak pernah pula kita tahu bagaimana wujudnya. Sebuah hadis menyebutkan, di dalam jasad manusia ada segumpal daging. Apabila ia baik, baik pula seluruh jasadnya. Apabila ia rusak, rusak pula seluruh jasadnya. Segumpal daging itu adalah hati.

Makassar, 13 Maret 2010

~ oleh alimdjalil pada Maret 13, 2010.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.